Saturday, February 24, 2007

Kok tiba2 inget dya

13 February 2007

Belum begitu lama, baru sekitar 2 atau 3 menit yang lalu. Entah apa?? Rasanya bayang2 dya masih saja hadir dalam setiap lamunanku. Begitu pula saat ini. Saat aku mengetik tulisan ini. Rasa itu pun hadir meliputi hatiku. Seneng?? Ya begitulah, sedih?? Sedikit karena dalam beberapa detik kemudian aku pun tersadar kalau ternyata sekarang dia sudah menentukan dengan siapa dia lebih bahagia??

Penantian yang begitu berlarut yang kuharapkan dapat membuat aku lebih bersemangat dalam menghadapi hari esok. Ternyata luluh hancur berantakan, terbang bersama hembusan angin membawa kenangan indah bersama dia. Menghadapi kenyataan bahawa apa yang kita harapkan kadang tidak sesuai dengan apa yang kita mau. Begitulah roda kehidupan.
Tak dapat kau nafikan. Kau pun merasakan hal yang sama seperti ku. Seperti apa yang temanku utarakan kepadaku tadi. Mereka begitu sayang terhadapku hingga mereka yakin bersama mu lah aku bisa tersenyum bahagia. Mereka begitu antusias waktu awal kita jumpa dulu. Mereka hanya tersenyum sambil mendekap erat tubuhku. Lirih kudengar saat itu

“kamu beruntung bisa kenal sama dia”
tapi tidak seberuntung apa yang mereka lihat terhadapku.

Pada saat itu hanya ku balas dengan senyuman hangatku dan sedikit kemerahan pada pipiku. Mereka pula adalah salah satu alasan mengapa aku sanggup menunggumu. Walau jelas-jelas kamu sudah melukai hati aku. Apalagi di pertengahan oktober 2005 lalu.

“Kamu pasti bisa”

begitulah komentar mereka saat aku menitikan air mata di pundaknya, ketika aku baru tau bahwa sudah tak ada gunanya lagi segala penantianku. Mereka begitu bersemangat. Mereka menginginkan sesuatu yang tak mungkin bisa terjadi saat itu. Sampai akhirnya walaupun kita ga sedeket dulu mreka tetap menganggap kamu adalah satu2nya pria yang tepat untukku.

hingga tadi, saat kamu duduk sendiri disalah satu bangku sekolah, ternyata ada salah satu temanku melihatmu. Dia langsung dengan sigap menelpon ku. Aku bingung, aku mau berusaha untuk lupa. Tapi aku juga ga bisa bilang ke dia untuk tidak memberitahuku. Suaranya begitu bahagia. Aku bisa merasakannya. Dan ternyata kabar gembira itu terbawa sampai saat ini. Saat aku menulis cerita tentang kamu. Makasih ya!! Buat yang tadi.

No comments:

 
DaisypathNext Anniversary Ticker