Tangerang, 20 Januari 2009
Bulan Februari sudah di depan mata. Tinggal Menghitung hari untuk bisa sampai ke tanggal 7. hari yang begitu istimewa, di bulan istimewa, bersama seseorang yang sangat istimewa.
Huffff begitu cepat rasanya waktu berlalu. Satu tahun bagaikan sekedipan mata. Untaian air mata, senyuman kebahagian, canda tawa yang menemani kita selama ini. Semua menjadi satu kesatuan yang bulat dan utuh.
Sayang, andai waktu bisa selalu diputar. Mungkin aku akan selalu memutar tentang, betapa indahnya kisah yang kita rajut berdua. Sampai rasanya kata pun tak mampu terlukiskan betapa bahagianya aku yang menjadi bagian dari hidupmu. Aku ingin bersamamu, tetap bersamamu, selalu bersamamu, sampai waktu yang lama. Yeph kata-kata itu yang aku utarakan ketika pertama kali kita bertemu.
”klo gw sih. Pengennya satu yaudah itu aja dalam waktu yang lama..... abis males aja gitu ngulang semuanya lagi dari awal, PDKT lagi, jalan bareng lagi, bercanda2 lagi, capeee, mendingan satu dan selamanya =)”
Kata-kata indah yang kau berikan melalui pesan singkat sampai kini masih jelas terekam, masih terbayang jelas ketika kamu pertama kali menghampiri ku untuk meminta no HP ku, masih jelas sampai saat ini saat kamu memanggilku sayang untuk yang pertama kalinya, masih jelas terasa, saat pertama kali kamu memegang hangat tanganku, kau belai kepalaku, betapa semua terlihat jelas, Semuanya jelas terlihat saat ini, saat aku menuliskan semua ini untukmu.
Sayang perjalanan kita masih panjang, masih banyak yang akan kita hadapi bersama. Kamu harus bisa bertahan, bertahan sama aku yang begitu cerewet,hehehe bertahan ketika aku udah bertingkah yang aneh-aneh, bertahan saat aku ngambek tiba-tiba kepadamu, bertahan melihat air mata yang selalu berlinang ketika aku menghantarkan mu ke stasiun.
Ketika tawa indah dan senyum manismu tergambar dalam wajah tampanmu. Saat itulah aku merasa menjadi wanita yang paling beruntung. telah mendapatkan seseorang yang mempunyai senyuman kehangatan seperti dirimu. Senyuman dan tawa renyahmu mampu membuat mimpi menjadi nyata, seolah-olah semua yang ada disekeliling kita ikut merasakan betapa bahagianya aku.
Ketika marahmu terlontar dari bibirmu, aku selalu merasa menjadi wanita yang paling beruntung. Sebab mempunyai seseorang yang selalu memperhatikan ku. Dan menasehati apabila aku melakukan kesalahan. Dan kamu selalu ingin aku menjadi wanita yang terbaik didepanmu.
Ketika tangis haru menyeruak dari mata kecilku. Kamu tidak segan-segan memberikan pundak besarmu, memberikan pelukan yang hangat, Saat itu aku merasa menjadi seseorang yang paling beruntung mempunyai orang yang begitu amat menyanyayangiku seperti dirimu. Aku beruntung bertemu orang yang selalu membuat ku merasa aman dan nyaman ketika berada didekatmu.
Ketika sedih menerpa hatiku. Kamu selalu berusaha untuk tetap menghiburku, saat kau hibur diri ini, aku merasa menjadi wanita paling beruntung, karena telah bertemu dan menjadi bagian dari hidupmu. Dengan cara dan gaya mu yang khas. Semakin membuat aku takut. Takut untuk kehilangan orang yang kuciintai.
Kau begitu khawatir ketika mendengarku pulang larut, ka turut sedih ketika tugas yang kukerjakan gak bisa di save, kau pun ikut gembira ketika aku bertemu dengan mamamu. Kamu selalu berusaha menyeimbangi diriku. Hehe i love you hon.
Ujian terberat ku adalah saat mendengar kamu untuk hijrah ke jogja. Yaph buatku jogja begitu jauh. Tapi aku tidak bisa melarangmu untuk selalu tetap disini bersamaku. Kepergian mu kesana pun untuk menimba ilmu. Pacar macam apa, kalau waktu itu aku gak mengizinkanmu untuk berangkat. Aku yakin kamu pun enggan untuk jauh2 dariku. Yang pasti aku percaya kamu disana akan baik2 saja.
Terlebih saat pertama kali kamu harus pergi kejogja. Betapa sedihnya aku, air mata ini sudah habis rasanya. Setiap malam tak henti-hentinya hati menangis. Dan ketika ***** tidak **** aku untuk mengantarmu sampai stasiun malam itu. Ketahuilah sayang, saat aku mengingat kejadian itu. Buliran air mata tiba-tiba membasahi pipiku. Tapi sekarang aku bisa tersenyum lega dan bahagia.
Maafkan aku sayang, aku gak bermaksud untuk seperti itu. Aku selalu berusaha untuk membagi porsi sayang yang aku punya antara **** dan **** sama. Aku gak pernah membeda-bedakan mereka. Aku gak pernah bilang lebih sayang siapa diantara siapa. Saat itu aku menjadi wanita yang paling beruntung. Bukan hanya kamu yang begitu menyayangiku. Tapi kini seluruh keluarga besarmu bisa menerima aku apa adanya. Bisa nerima aku yang begitu banyak kekurangan.
Cobaan datang silih berganti, membuat aku semakin yakin dan tetap bertahan bersamamu. Semakin membuatku untuk tetap bersamamu dalam keadaan apapun. Aku benar-benar mencintaimu dengan segenap hatiku. Kamu berhasil membuatku jatuh hati padamu. Kamu berhasil membuatku melupakan seseorang dimasa lalu. Kamu berhasil membuat kisah baru yang tidak pernah terbayar oleh apapun.
Dan ketika aku berusaha untuk memberikan sesuatu persembahan untukmu. Sesuatu yang kubuat dari dalam hatiku. Sebagai rasa syukur dan terimakasih ku kepadamu yang tetap sabar bersamaku. Sebuah kata yang terangkai menjadi kalimat yang penuh makna. Memang aku bukan penulis kata-kata seromantis gibran. Tapi sungguh semua yang aku tulis diatas benar adanya, semuanya mengalir begitu saja. Sampai-sampai aku berfikir bukan jari-jari kecilku yang menekan tuts-tuts di keyboard laptop. Tapi hatiku yang berbicara dan menuliskan semua ini untukmu. Mungkin tulisan ini gak berarti buat kamu. Yang pasti kamu selalu berarti buatku sayang.
Lagu-lagu rindu mengalun seakan menemani aku untuk menulisakan ini untukmu. Disaat semua orang sibuk dengan kerjaan mereka masing-masing. Aku sibuk memikirkan hal apa yang akan ku persembahkan untukmu. Semoga kamu suka. =)
Hufffff semakin dekat, semakin degdegan. Semoga kamu masih mau bersamaku ya yank. Sampai nanti...sampai mati..
Love you,
victymu


No comments:
Post a Comment